Sensor LiDAR dan Ketelitiannya Sebagai Drone LiDAR

Pemetaan tanah akan semakin cepat dilakukan seiring munculnya teknologi pemetaan. Salah satunya yaitu teknologi LiDAR atau Light Detection and Ranging. Penggunaan sensor ini biasa dipasangkan di pesawat ataupun drone selagi terbang. Namun, seberapa akuratkah hasil kombinasi drone lidar ini di lapangan?

Dengan menggunakan LiDAR, proses drone pemetaan mengenali permukaan tanah, elevasi, objek di sekitarnya bisa didapat secara akurat, cepat, dan digital. 

Sementara itu, kegiatan pemetaan masih belum menemukan titik akhirnya. Kebutuhan industri untuk bisa mengenali lahan atau wilayahnya secara digital akan semakin diminati. Baik itu industri perumahan, infrastruktur, minyak dan gas, selama berhubungan dengan permukaan tanah akan membutuhkan peran pemetaan.

Ditambah lagi perkembangan drone industri semakin banyak diminati karena kemampuannya bukan sekedar terbang. Tetapi kemampuan terbang dengan membawa sensor sebagai drone lidar, drone pemetaan, maupun drone industrial. 

Sehingga dengan adanya drone menjadi cara terbaru bagi perusahaan menjalankan operasional yang bisa memangkas banyak hal. 

 

Pengujian Drone LiDAR

Untuk melihat akurasi yang didapatkan, terdapat pengujian dengan membandingkan hasil drone lidar dengan drone yang terpasang di pesawat. Lokasi pengujiannya yaitu di area seluas 100 ha dengan topografi bervariatif lahan pertanian datar di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur

Pengujian dilakukan pada elevasi 52 titik GCP (Ground Control Point) untuk identifikasi 5 objek yakni bangunan, jalan, sungai, area terbuka, dan area vegetasi. Konfigurasi densitas yang dipasang pada pesawat yakni 4 ppm (points per meter), sedangkan pada drone diatur menggunakan sebesar 20 ppm. 

 

Tingkat Akurasi 

Hasil LiDAR terpasang di pesawat dibandingkan drone lidar menunjukkan akurasi yang berbeda. Hal tersebut terlihat dari nilai ketelitian elevasi dan nilai RMSE dari 5 objek pengujian. 

 

Drone lidar
Hasil Drone lidar

Ketelitian elevasi drone LiDAR mendapat nilai 4,7 cm dan nilai RMSE 0,114 m. Akurasi tersebut bisa mencapai 50% lebih detail dibanding menggunakan LiDar di pesawat. Sedangkan ketelitian ketika menggunakan pesawat yaitu 11,4 cm untuk ketelitian elevasi dan 1,122 m untuk nilai RMSE. 

Secara keseluruhan semua sampel bisa terekam oleh sensor. Hanya saja, diperlukan GCP yang akurat dan perlu mengantisipasi kondisi lapangan yang bisa mengurangi pantulan sensor LiDAR. Baik sensor yang terpasang di pesawat dan drone sama-sama bisa berfungsi dengan baik, hanya saja hasilnya terdapat perbedaan. 

 

Pangkas Biaya

Sensor LiDAR memang bisa dipasang dimana saja. Tetapi ketika dipasangkan dengan drone maka bisa memangkas biaya dan mengurangi resiko petugas dibanding dengan pesawat. Sebagai drone pemetaan, akan banyak kemudahan yang ditawarkan.

Bicara soal waktu, drone bisa segera diterbangkan melakukan fungsinya. Secara izin terbang pun bisa didapatkan lebih mudah. Sedangkan jika menggunakan pesawat perlu menyiapkan waktu untuk mengurus banyak perizinan. Belum lagi perlu disediakan landasan dan bahan bakar  pesawat.

Ditambah keamanan surveyor lebih terjaga. Karena kondisi lapangan tidak lepas dari ancaman tidak terduga baik itu ketika di pesawat maupun di lapangan. Karena keselamatan petugas amatlah penting di lingkungan pekerjaan.

Ukuran pesawat yang besar membuat perlunya perencanaan terbang yang sesuai namun tidak fleksibel. Drone dengan leluasa bisa terbang pada ketinggian yang sesuai elevasinya. Terlebih drone industrial memang diperuntukkan pada sektor ini dengan material dan fitur yang canggih. 

Baca juga Sensor Payloads Drone dengan Sensor Kamera Full Frame disini

Penutup

Proses pemetaan kontur wilayah masih banyak diperlukan industri. Wilayah yang masih berupa hutan ataupun sudah ada bangunan diatasnya, sensor LiDAR akan dibutuhkan untuk data pemetaan. Hadirnya drone lidar bisa memangkas biaya dan waktu, dengan nilai ketelitian dan RMSE yang akurat. 

 

Referensi : Jurnal Analisis Pemanfaatan Dan Ketelitian Lidar Menggunakan Wahana Unmanned Aerial Vehicle (UAV)

Open chat
Halo, ada yang bisa kami bantu?