Pemetaan Drone: Cara Baru Surveyor

Aktivitas pemetaan biasa dilakukan surveyor di tanah yang sangat luas. Semisal perusahaan perkebunan yang memiliki tanah berpuluh sampai ratusan hektar. Namun sayangnya, keperluan memetakan luasnya tanah tidak sejalan dengan resource manusia yang ada. Bukan hal yang mudah tenaga manusia bisa menjangkau puluhan hektar dengan cepat. 

Hingga akhirnya digunakanlah drone untuk meminimalisir kendala tersebut. Pemetaan drone menjadi cara terbaru pemetaan tanah yang luas dan cepat. Penggunaan drone banyak disukai karena bisa menghemat waktu dan anggaran melebihi 50%. 

Salah satu studi yang dilakukan tahun 2020 menunjukkan, persentase akurasi data keseluruhan sampel menggunakan drone rerata 96,2%. Bila digunakan pada wilayah yang luas pun sangat memungkinkan drone mendapat nilai akurasi serupa. 

 

Proses pemetaan drone

Cara kerja drone pemetaan berbeda dibanding drone umumnya. Drone pemetaan mampu terbang dengan payloads atau muatan lebih besar. Payloads inilah yang nanti dipasang dengan sensor seperti kamera, Lidar, dan thermal. Selagi drone terbang, payloads bertugas mendapatkan data yang ada di permukaan tanah.

Luasnya pemetaan drone bisa lebih luas dilakukan daripada metode tradisional. Karena drone yang digunakan pun diperuntukkan kegiatan pemetaan. Sehingga tanah seluas puluhan hektar dengan perbedaan kontur tanah tetap bisa dilakukan pemetaan.

Sedangkan tim pilot drone bertugas menerbangkan drone sesuai wilayah yang diinginkan. Bagi pilot drone, hal yang dilakukan pertama ialah merancang jalur terbang, mengenali kondisi angin ataupun cuaca, dan memaksimalkan kemampuan drone.  

Kemudian data yang didapat payload drone akan diolah sesuai kebutuhan. Bagi surveyor, tentu tidak asing dengan istilah GIS (Geographic Information System) yakni kegiatan membuat data mentah geografis/infrastruktur menjadi data digital untuk digunakan lebih lanjut.

Hingga kini, pemetaan drone terus menambah penyajian data yang bisa ditawarkan. Terdapat lima sajian data yang biasa dibutuhkan industri, yakni 2D/3D orthomosaic, 3D model, Thermal, Lidar, dan Multispectral Maps. 

Tentu bagi perusahaan amat penting memiliki data tanah yang dimiliki. Karena bisa menjadi acuan pengambilan keputusan yang lebih cepat. Proses pemetaan drone bisa mempercepat keseluruhan tahapan kerja. 

Untuk kebutuhan membuat peta atau cartography bagi perusahaan properti sangat mungkin dilakukan. Perencanaan tanah yang akan dibangun perumahan akan membutuhkan peta sebagai rujukan ke calon konsumen. 

Atau pada proses pembuatan kota baru juga bisa dilakukan. Visual aerial bisa menggunakan drone yang bisa menghemat biaya dibanding menggunakan helikopter. Detail visual per hektar yang didapat drone juga akan lebih akurat dan detail per setiap hektar yang dimiliki.

 

Jenis Drone Pemetaan

Terdapat dua jenis drone pemetaan yang biasa digunakan, yaitu multirotor dan fixed wing. Drone multirotor bisa dikenali dari bentuknya yang mengandalkan baling-baling seperti helikopter. Sedangkan drone fixed wing yaitu bentuknya yang memiliki sayap lebar seperti pesawat komersil. 

Kedua jenis drone tentu memiliki perbedaan penggunaan. Pada drone multirotor biasa digunakan untuk mendapat data dari sekeliling objek. Semisal digunakan pemetaan, drone multirotor akan leluasa terbang antar titik untuk mendapat data dari berbagai sudut. 

Sedangkan penggunaan drone fixed wing akan sesuai apabila data yang dibutuhkan lebih besar dan jarak yang luas. Mengingat kemampuan drone ini mampu terbang lebih tinggi dan jangkauan terbang yang lebih jauh dari multirotor. 

Mungkin pemetaan yang dilakukan drone ialah yang paling familiar. Namun sebenarnya banyak sektor industri yang telah menggunakan drone. 

Seiring banyaknya teknologi yang telah muncul, drone bisa pula digunakan untuk industri lain. Hingga kini, kebutuhan industri pada drone berasal dari konstruksi dan infrastruktur dari segala bidang pekerjaan.

Open chat
Halo, ada yang bisa kami bantu?