Eksplorasi Lebih Luas Area Pertambangan dan Lakukan Pelaporan RKAB dengan Drone

Saat ini sudah banyak pemanfaatan dan penggunaan teknologi drone pada operasi tambang, salah satu yang terkenal antara lain kegiatan monitoring alat berat, menghitung volume ataupun pengukuran kontur. Kini, kebutuhan eksplorasi tambang semakin meningkat, drone pun mulai mengambil peran untuk membantu pekerjaan tersebut.

Terra Drone Indonesia, perusahaan penyedia jasa pemanfaatan drone sudah beberapa kali melakukan pekerjaan perencanaan eksplorasi hingga rencana pembangunan infrastruktur untuk menunjang kegiatan operasi pertambangan di beberapa perusahaan tambang besar di Indonesia. Metode pengambilan data yang sering dilakukan dengan menggunakan fotogrametri dan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging). Tujuannya antara lain untuk akuisisi dan mengkalkulasi seberapa banyak kandungan atau sumber daya di area yang dipetakan.

Data tersebut selain untuk kebutuhan operasi perusahaan dapat juga digunakan untuk laporan Rancangan Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan. RKAB sendiri adalah rencana kerja dan anggaran biaya tahun berjalan pada kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara yang meliputi aspek pengusahaan, aspek teknik, dan aspek lingkungan.

Teknologi Terra LiDAR One

Dikutip dari CNBC Indonesia, sampai pada bulan Maret 2022 lalu, terdapat sebanyak 2.337 izin perusahaan tambang mineral. Diantaranya 469 izin RKAB-nya sudah disetujui, 513 pengajuan RKAB di tolak, 280 RKAB dikembalikan dan sebanyak 1.075 izin RKAB masih dalam proses. RKAB penting untuk dimulainya aktivitas tambang dan dapat dipermudah dengan penggunaan drone. Seperti yang sudah dilakukan Terra Drone Indonesia beberapa waktu lalu untuk PT Gentala Bumi Nusantara yang memanfaatkan Terra LiDAR One untuk Membantu Mempercepat Pelaporan Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) Pertambangan di kota Jambi, Sumatra.

Selain LiDAR, drone yang dimiliki Terra Drone Indonesia dapat membawa berbagai sensor. Salah satunya ialah sensor Magnetic, tujuannya untuk mencari anomali yang berada di suatu area tertentu sehingga memudahkan tim untuk mengidentifikasi atau menganalisis area tersebut, contohnya potensi kandungan mineral atau logam yang ada di bawah tanah. Kelebihan yang didapatkan ialah perusahaan tambang dapat meningkatkan produktivitas mereka per hari, perencanaan eksploitasi, dan perencanaan pembangunan fasilitas.

Drone sangat jauh lebih akurat dalam pengambilan data-data dibandingkan dengan survei melalui darat. Drone magnetic umumnya digunakan untuk survei eksplorasi mineral yang memiliki karakteristik magnet seperti emas, bijih besi, dan mineral logam lainnya. Sedangkan drone GPR umumnya digunakan untuk survei eksplorasi nikel dan batu bara.

Selain LiDAR, terdapat sensor Ground-penetrating radar (GPR)  untuk melakukan survei ground density analytics.  Cara kerjanya ialah dengan menembakkan gelombang elektromagnetik ke dalam tanah, yang kemudian terpantulkan akibat adanya perbedaan karakter dan massa jenis struktur tanah, lalu hasilnya diterjemahkan oleh geofisikawan untuk memahami secara detail hasil survei tersebut. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai objek di bawah permukaan tanah.

Dalam pengelolaan kegiatan eksplorasi yang baik dan terstruktur harus dilakukan dengan terencana, terprogram, dan efisien. Drone memiliki peran penting untuk menunjang kegiatan eksplorasi, dengan proses yang cepat dan tepat.

Berapa cakupan luas yang dihasilkan drone? Cakupan luas yang dihasilkan bergantung dengan beberapa faktor yaitu, tujuan survei, tipe drone yang digunakan, serta tipe sensor yang digunakan. Secara keseluruhan, solusi yang ditawarkan terkait survei eksplorasi dapat diselesaikan lebih cepat dan tepat sasaran. Sehingga dari segi biaya dan waktu lebih hemat secara signifikan, serta opportunity cost yang umumnya muncul, apabila survei eksplorasi dilakukan terlalu lama.

Drone didesain untuk penggunaan yang sangat ringkas dan mudah dimobilisasi di lokasi kerja, sehingga tidak dibutuhkan peralatan maupun transportasi khusus. Hanya diperlukan satu orang pilot untuk mengoperasikannya, dan dengan kemampuan drone untuk mengganti sensor dengan sangat mudah, sehingga kegiatan lapangan menjadi jauh lebih efisien jika dibandingkan dengan harus menurunkan banyak orang untuk mengambil data yang berbeda-beda.

Penggunaan drone juga lebih ekonomis daripada survei menggunakan pesawat udara, serta memiliki minimum order yang lebih kecil. Drone bahkan dapat dibawa dengan mudah untuk menjangkau area yang sulit, atau cukup menerbangkannya dari jarak yang jauh. Hasil sudah bisa dilihat pada hari yang sama. 

Terra Drone Indonesia terus berinovasi untuk memberikan solusi yang dapat mempermudah dan memberikan hasil baik untuk kelangsungan operasi tambang di Indonesia. Terra Drone Indonesia sendiri menawarkan kombinasi layanan jasa dan penjualan, dimana pengguna jasa tambang dapat memilih untuk menggunakan jasanya dan penjualan drone sehingga pengguna dapat melakukan secara mandiri dengan support dari Terra Drone Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Open chat
Halo, ada yang bisa kami bantu?