Bagaimana Hasil Pemetaan Drone Pada Terumbu Karang?

Penggunaan pemetaan drone masih familiar untuk objek geografis daratan. Objek dengan elevasi serta luasnya tanah bisa bisa dijangkau berkat kemampuan terbang drone. Tetapi, apa bisa drone digunakan untuk kebutuhan pemetaan di perairan?

Pemetaan perairan atau biasa disebut pemetaan batimetri adalah peta yang mempelajari pengukuran soal laut dari kedalaman sampai tubuh-tubuh laut. Secara berkala, kondisi laut akan dipantau dari bagian perairan dangkal sampai ekosistem di dalamnya.  

Salah satu cara pemantauan kondisi laut ialah dengan pemetaan perairan, khususnya di perairan dangkal. Pada perairan dangkal, proses pemetaan ini akan menghasilkan data untuk memperbarui garis pantai, titik abrasi, luas terumbu karang, dan lainnya. 

Biasanya, satelit menjadi alat yang selalu digunakan untuk mendapat citra udara perairan dangkal. Pengambilan gambar dari satelit bisa mendapat citra udara perairan. Sayangnya tutupan awan yang banyak dan tebal kerap mengganggu proses pemetaan.

Untuk mensiasati masalah tersebut, drone menjadi pilihan baru pemetaan perairan setelah satelit. Penggunaannya amat familiar untuk pemetaan daratan berkat sensor drone dan lebih praktis.

Salah satu pengujian drone untuk pemetaan perairan terdapat di perairan Selatan Pulau Tikus, Kota Bengkulu pada Juni 2020. Luas lokasi pengujian yakni selatan pulau tikus yaitu 0,8 hektar yang dikelilingi biota laut dan biasa dikunjungi sebagai destinasi wisata Kota Bengkulu. 

Pengujian

Penilaian pengujian ini akan berdasarkan SNI 7716:2011 yakni batas akurasi peta habitat perairan laut dangkal yang bisa diterima, minimal 60%. Penilaian juga diklasifikasi menggunakan metode stratified random sampling menjadi 4 kelas: karang hidup, karang mati dan algae, rubble, dan pasir. 

Pengujian menggunakan dji phantom 3 pro yang memiliki kualitas kamera 12 megapiksel. Nantinya drone akan terbang sesuai rute yang telah pilot rencanakan. Sehingga proses pemetaan perairan bisa dilakukan autopilot.

Setelah dilakukan tahap akuisisi data, drone menghasilkan 639 citra foto dengan lama terbang 50 menit. Data awal ini lalu diolah menjadi orthophoto mozaik sehingga seluruh foto membentuk peta digital yang kesatuan.

Hasil dan akurasi

pemetaan drone

Hasil pengujian rupanya bisa mendapat luas 4 kelas perairan lebih cepat dan detail. Setelah klasifikasi peta substrat didapat luas karang hidup dan karang mati dan alga yakni 15 ha, pasir; 8ha, dan rubble; 19 ha. Dengan rata-rata luas karang hidup 26% yang artinya kondisi terumbu karang di selatan pulau tikus dalam kategori sedang.

Sedangkan untuk menguji akurasi, menggunakan matrik kesalahan (error matrix) dari jumlah diagonal matrik dibagi dengan seluruh piksel yang digunakan. Hasilnya nanti akan dibandingkan dengan penilaian batas akurasi yang dapat diterima yakni 60%.

Tingkat akurasi seluruh klasifikasi yang dihasilkan drone pemetaan perairan bisa mendapat nilai akurasi sebesar 83,6%. Jauh lebih tinggi dari batas penilaian. Sedangkan secara rerata klasifikasi mendapat akurasi 70% – 97%, ini kembali lagi ke kondisi biota yang mengisi area perairan.

Nilai akurasi keseluruhan tersebut bisa lebih tinggi lagi jika kualitas kamera maupun drone yang lebih mumpuni. Sedangkan secara metode, jika klasifikasinya lebih sedikit akan meningkatkan tingkat akurasi. 

Kesimpulan

Data pemetaan perairan yang dilakukan drone bisa mendapat luas area di selatan pulau tikus. Area seluas 58,22 hektar dengan nilai akurasi 83%, diikuti dengan luas klasifikasi area perairan yaitu: 

  1. Karang hidup : 15,34 hektar
  2. Rubble: 19,20 hektar
  3. karang mati dan algae: 15,60 hektar
  4. Pasir: 8 hektar

Rupanya drone bisa digunakan untuk pemetaan perairan dangkal, meski terdapat air pantai yang bisa memberi distorsi. Kendati demikian, pembuatan monitoring kondisi perairan dengan memperbarui peta batimetri menggunakan drone jadi pilihan baru untuk dilakukan. 

Kondisi sekitar pantai bisa menangkap begitu detail terumbu karang beserta biota laut sekitarnya. Dengan sensor drone yang kini lebih mumpuni pada multi rotor dan fixed wing, tentunya proses pemetaan bisa lebih singkat dan akurat lagi.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Open chat
Halo, ada yang bisa kami bantu?