Akurasi Model 3D Drone Mapping pada Waduk Diponegoro

Salah satu upaya memaksimalkan manfaat sungai ialah dengan membuat bendungan dan waduk. Penggunaan bendungan akan mengarahkan aliran dan volume air agar bisa menghasilkan sumber daya baru.

Fungsi bendungan bisa membuat aliran air sebagai penyedia air, pengendalian banjir, dan pembangkit listrik. Sedangkan waduk berperan sebagai pencegah banjir, cadangan air, dan irigasi. Dibalik manfaat keduanya, nyatanya perawatan yang mesti dilakukan kerap tak terbahas. 

Langkah awal perawatan waduk yakni proses pemantauan. Pemantauan ini dilakukan dengan pemetaan terestris sebagai upaya mendapat titik-titik koordinat untuk dijadikan peta kontur. Sehingga kondisi waduk bisa dipetakan dengan baik dengan model 3D. 

Sayangnya terdapat kendala pemantauan waduk dan bendungan, yakni:

  1. ketika dilakukan pemetaan terestris, sulitnya medan dan kemiringan lahan
  2. Sedangkan menggunakan satelit, terkendala cuaca dan resolusi data yang rendah
  3. Pesawat berawak memakan biaya

 

Guna mengatasi masalah tersebut, maka adaptasi teknologi terbaru jadi inovasi yang harus dilakukan. Sehingga proses perawatan waduk bisa meringankan sumber daya yang ada. Salah satu teknologinya yaitu penggunaan drone guna pembuatan 3D atau sebagai drone mapping.

Pemantauan waduk yang telah menyertakan drone yakni waduk pendidikan diponegoro di Semarang, Jawa Tengah. Waduk ini dibuat untuk menampung air sampai 478.240 m3 dan memiliki luas tangkapan air 7,1338 Ha, serta luas keseluruhan yakni 12 Hektar.

Sebagai cara yang baru, drone dimanfaatkan untuk mendapat foto di area tersebut. Data berupa foto tadi lalu diolah menjadi model 3D bendungan dan waduk. Kemudian hasilnya akan dilihat tingkat akurasinya. 

Drone akan diterbangkan sesuai di area tersebut berdasarkan Ground Control Point 7 titik GCP dan 30 Titik ICP sekitar area. Pengukuran titik keduanya menggunakan GNSS receiver Real Time Kinetic. Dengan mengandalkan titik tersebut, pilot akan menggunakan titik tersebut sebagai jalur terbang drone.

Kemudian akuisisi data dilakukan dengan memposisikan drone di ketinggian 90 – 100 meter dari permukaan tanah. Setinggi itu kamera diarahkan menangkap objek di bawahnya secara lurus 90 derajat. Sehingga misi terbang berukuran persegi panjang yang luas daerahnya 12,6 hektar.

Tentunya proses ini tetap memperhitungkan parameter akuisisi seperti over, altitude, luas area, dan kecepatan drone. 

Hasilnya drone mapping mendapat 1006 foto udara dengan 4 kali pengulangan terbang. Jumlah pengulangan terbang dengan 2 kali terbang di ketinggian 90 meter dan 2 kali di ketinggian 100 meter. 

Rencana awal, akuisisi data di waduk pendidikan diponegoro akan sesuai dengan luas 12,6 hektar. Sedangkan data orthophoto menggunakan drone bisa mendapat luas dua kalinya. 

Area bendungan berupa dan lingkungan sekitarnya bisa mendapat hasil yang jelas dan detail. Area bangunan bisa menghasilkan sudut bangunan maupun gedung yang detail dan jelas. Namun, untuk kondisi air dan pepohonan  terdapat distorsi karena objek selalu bergerak. 

Sementara itu, data Digital Terrain Modelling mendapat titik terendah 133,908 m dan tertingginya 182,922 m.

Penggunaan drone untuk pembuatan 3D model waduk bisa dilakukan dengan hasil yang baik. Karena nilai akurasi berkat kamera drone yang diarah secara vertikal di wilayah waduk pendidikan diponegoro.

Analisis akurasi uji ketinggian memiliki nilai LE90 sebesar 0,191 m serta nilai RMSE yaitu 0,116m. Hasil ini dapat menyajikan peta kategori kelas 1 di skala 1:1000. 

Sedangkan berdasarkan akurasi planimetrik, drone mapping ini menghasilkan angka 0,370 nilai CE90 dengan RMSE yaitu 0,231m. Pada kualitas peta, nilai ini bisa mendapat kategori kelas 3 di skala 1:1000. 

Hasil kedua tadi bisa memberi data pada petugas ketika perawatan bendungan dan waduk yang akurat. Sehingga model 3D tersebut akan berguna untuk identifikasi awal kondisi terkini.

Selain model 3D yang akurat, proses pembuatan peta ini lebih cepat berkat kemampuan drone. Efisiensi waktu dan tenaga petugas bisa mengurangi kompensasi dibanding metode manual. Sebagai drone pemetaan, aktivitas perawatan bangunan bisa menemukan cara lebih efektif dan efisien. 

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Open chat
Halo, ada yang bisa kami bantu?