Teknologi “Terra LiDAR One” untuk Monitoring ROW Jalur Transmisi dan Inspeksi Tower PLN Unit Induk Transmisi Jatim & Bali (UIT JBM)

Drone inspeksi PLN - Terra Drone Indonesia

Terra Lidar One beroperasi untuk memonitor dan menginspeksi di wilayah kerja PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur & Bali (UIT JBM) ULP Bangli di Surabaya

Terra Drone Indonesia, perusahaan penyedia jasa dan teknologi drone industri, beberapa waktu lalu berhasil melakukan uji coba teknologi terbaru dari Terra Drone yakni Terra LiDAR One, untuk pengambilan dan pengolahan data monitoring Right of Way (ROW) jalur transmisi dan inspeksi tower SUTT 150 kV, di wilayah kerja PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jatim & Bali (UIT JBM).

Uji coba tersebut dilakukan untuk mendemonstrasikan kemampuan Terra LiDAR One dalam melaksanakan kegiatan monitoring ROW dan inspeksi tower SUTT yang diantaranya meliputi pengukuran jarak tegakan (vegetasi dan bangunan) terhadap konduktor, land profile, dan tegakan tower dalam waktu relatif singkat.

Terra LiDAR One yang baru dipasarkan pada Juli tahun lalu ini dirancang untuk kegiatan  inspeksi secara 3D maupun untuk keperluan survei topografi. Cara kerja Terra LiDAR One ialah dengan menembakkan 640,000 point laser/detik ke objek dalam satu waktu, yang kemudian dimodelkan dalam bentuk point cloud 3 dimensi. Point cloud yang dihasilkan kemudian diolah sehingga membentuk model terkomputerisasi dengan tingkat akurasi yang sangat baik dan representatif. Waktu yang dibutuhkan untuk memproses data hingga pelaporan dapat diproses hanya dalam waktu 1 hari.

Hasil dari data tersebut kemudian digunakan untuk pelaporan yang mencangkup beberapa informasi antara lain pengukuran jarak tegakan ke kabel, potensi jatuhan pohon, kondisi ketegakan tower, dll. Hal tersebut bisa dijadikan informasi yang bisa membantu personil PLN dalam melakukan pemeliharaan aset.

Drone inspeksi PLN - Terra Drone Indonesia

Model 3D jalur transmisi yang diakuisisi menggunakan Terra LiDAR One

Metode konvensional yang sudah dilakukan ditambahkan dengan hasil survey drone Lidar yang menyediakan visualisasi secara 3D, menghasilkan data inspeksi yang semakin akurat. Hal ini pula yang menjadi alasan tertariknya PLN untuk melakukan uji coba teknologi Terra LiDAR One.

Terdapat beberapa kelebihan penggunaan teknologi Terra LiDAR One di sektor energi/listrik, antara lain:

  • Monitor dan inspeksi menggunakan drone Terra LiDAR One dapat meningkatkan keamanan karena para pekerja tidak perlu lagi memanjat atau menggunakan perancah untuk melihat objek dari dekat seperti tower transmisi yang sangat tinggi.
  • Penggunaan drone Terra LiDAR One dapat mempercepat waktu pekerjaan karena dapat memonitor lahan luas atau jalur transmisi yang panjang dalam sekali terbang.
  • Pemindaian LiDAR tidak memerlukan banyak pemrosesan pasca pengambilan data.

Michael Wishnu Wardana, selaku Managing Director Terra Drone Indonesia mengungkapkan, “Semenjak didatangkan di Indonesia, Terra Drone Indonesia memang melihat Terra LiDAR One akan sangat berguna untuk digunakan pada kegiatan inspeksi dan monitoring di industri energi seperti PLN yang membutuhkan pemeliharaan aset yang cukup serius. Dengan banyaknya tower dan panjangnya jalur transmisi yang PLN miliki, diharapkan teknologi drone dengan cara kerjanya di udara dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan pemeliharaan jaringan listrik. Sebelumnya, Terra Drone Indonesia juga sudah pernah melakukan uji coba untuk pekerjaan monitor dan inspeksi menggunakan drone pada beberapa wilayah kerja PLN lainnya.

Untuk pertanyaan seputar kebutuhan drone Anda, silahkan hubungi kami melalui:
Email: info@terra-drone.co.id
WhatsApp: +62 812-8895-0573

Untuk informasi lebih lanjut:
Website: https://terra-drone.co.id
Online Store: https://store.terra-drone.co.id
Learning Hub: https://academy.terra-drone.co.id

Follow Media Sosial kami:
Facebook: www.facebook.com/terradroneid/
Instagram: www.instagram.com/terradrone_id/
LinkedIn: www.linkedin.com/company/terradroneid
YouTube Channel: www.youtube.com/terradroneid

Open chat
Halo, ada yang bisa kami bantu?