Pengembangan proyek Solar PV membutuhkan pemahaman yang detail terhadap kondisi lahan sejak tahap awal. Mulai dari bentuk permukaan lahan, perbedaan elevasi, kemiringan, pola drainase, hingga keberadaan objek di sekitar lokasi dapat memengaruhi penentuan layout panel surya dan infrastruktur pendukung, karena itu survei topografi menggunakan drone menjadi salah satu tahapan yang bisa dilakukan untuk menyediakan informasi spasial yang dapat digunakan dalam proses perencanaan dan desain proyek pembangunan. Kebutuhan tersebut dapat digunakan pada proyek Solar PV berskala besar yang memanfaatkan area lahan luas. Setiap bagian lahan dapat memiliki kondisi yang berbeda sehingga informasi mengenai permukaan tidak cukup diperoleh hanya melalui pengamatan visual. Data topografi yang detail membantu tim engineering memahami karakteristik area sebelum menentukan layout panel, jalur akses, sistem drainase, maupun fasilitas pendukung lainnya.
Memahami Kondisi Lahan untuk Perencanaan Solar PV
Survei topografi menggunakan drone dilakukan untuk menggambarkan kondisi permukaan lahan secara spasial, termasuk perubahan elevasi dan bentuk medan. Dalam proyek Solar PV, informasi tersebut dapat menjadi salah satu dasar untuk mengevaluasi kondisi area sebelum desain dikembangkan lebih lanjut. Data mengenai elevasi dan kemiringan lahan dapat menunjukkan bagian area yang relatif datar maupun lokasi yang memiliki perubahan ketinggian. Informasi ini penting karena konfigurasi panel surya dan struktur penyangganya perlu disesuaikan dengan kondisi permukaan yang tersedia.
Hasil survei juga dapat memperlihatkan objek yang berada di dalam maupun sekitar area proyek, seperti jalan, bangunan, saluran air, vegetasi, dan struktur lainnya. Dengan demikian, tim tidak hanya memperoleh informasi mengenai bentuk tanah, tetapi juga gambaran kondisi eksisting yang dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan layout. Pada area dengan perbedaan elevasi tertentu, data topografi juga dapat membantu memperkirakan kebutuhan pekerjaan tanah. Informasi permukaan dapat menjadi referensi awal untuk mengidentifikasi area yang berpotensi membutuhkan penyesuaian melalui pekerjaan cut and fill sebelum pembangunan dilakukan.
Proyek Solar PV pasti mencakup area yang cukup luas sehingga pengumpulan data perlu dilakukan secara sistematis. Drone dapat digunakan untuk melakukan akuisisi data udara dengan cakupan yang disesuaikan dengan kebutuhan survei. Dalam survei berbasis fotogrametri, drone membawa kamera RGB untuk mengambil rangkaian foto udara dengan pola penerbangan tertentu. Foto tersebut kemudian diproses menjadi data geospasial yang menggambarkan kondisi area secara menyeluruh.
Penentuan layout panel Solar PV tidak hanya mempertimbangkan luas lahan yang tersedia. Bentuk permukaan dan perbedaan elevasi pada area proyek juga perlu diperhatikan agar rancangan dapat disesuaikan dengan kondisi aktual. Data topografi dapat membantu tim engineering melihat hubungan antara elevasi, kemiringan, dan area yang direncanakan untuk instalasi panel. Informasi tersebut kemudian dapat dikombinasikan dengan parameter lain dalam proses desain untuk menentukan konfigurasi fasilitas.
Selain panel surya, fasilitas seperti inverter, gardu, jalur kabel, jalan operasional, dan sistem drainase juga membutuhkan ruang dan penempatan yang terencana. Ketika informasi tersebut ditempatkan pada peta atau model permukaan yang sama, proses evaluasi layout dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi area secara lebih menyeluruh. Data topografi juga membantu mengidentifikasi bagian lahan yang memiliki karakteristik berbeda. Dengan begitu, pekerjaan persiapan lahan dapat direncanakan berdasarkan kebutuhan masing-masing area.
LiDAR untuk Area dengan Vegetasi
Tidak semua lokasi perencanaan pembangunan Solar PV berupa lahan terbuka, beberapa area dapat memiliki tutupan vegetasi yang cukup tinggi atau kondisi medan yang membuat pemetaan permukaan tanah menjadi lebih kompleks. Dalam kondisi seperti ini, LiDAR (Light Detection and Ranging) dapat menjadi salah satu pilihan teknologi survei. Sensor LiDAR memancarkan pulsa laser menuju permukaan dan merekam pantulannya untuk menghasilkan point cloud tiga dimensi.
Pada kondisi tertentu, sebagian pulsa laser dapat melewati celah di antara vegetasi sehingga informasi mengenai permukaan tanah tetap dapat diperoleh. Hal tersebut dapat membantu menghasilkan gambaran elevasi yang lebih representatif pada area dengan tutupan vegetasi. Pemilihan LiDAR atau fotogrametri tetap perlu disesuaikan dengan kondisi lokasi, tingkat vegetasi, target akurasi, luas area, dan jenis produk yang dibutuhkan. Pada proyek tertentu, kamera RGB dan LiDAR juga dapat digunakan secara bersamaan untuk memberikan informasi visual dan elevasi yang saling melengkapi.
Mendukung Drainase dan Akses Konstruksi
Kondisi topografi juga berkaitan dengan perencanaan infrastruktur pendukung di dalam area Solar PV. Salah satunya adalah sistem drainase yang perlu mempertimbangkan bentuk permukaan dan arah aliran air. Model elevasi dapat memperlihatkan perubahan ketinggian pada area proyek sehingga tim memiliki gambaran awal mengenai karakteristik permukaan. Informasi tersebut dapat menjadi salah satu input dalam perencanaan sistem drainase dan pekerjaan sipil lainnya. Hal yang sama berlaku untuk jalur akses konstruksi. Kendaraan dan peralatan perlu dapat mencapai berbagai bagian area proyek, sehingga kondisi jalan, kemiringan, perubahan elevasi, dan hambatan di sepanjang jalur perlu diketahui sejak tahap perencanaan.
Survei Drone Selama Tahap Konstruksi
Pemanfaatan drone tidak harus berhenti setelah survei awal selesai. Data udara juga dapat dikumpulkan kembali selama tahap konstruksi untuk melihat perubahan kondisi area. Survei berkala memungkinkan hasil pemetaan pada periode berbeda dibandingkan untuk melihat perkembangan pekerjaan. Perubahan pada area pekerjaan tanah, pembangunan akses, instalasi panel, maupun lokasi penyimpanan material dapat didokumentasikan secara spasial.
Dengan metode akuisisi yang konsisten, data dari beberapa periode dapat menjadi bagian dari dokumentasi proyek dan membantu tim memperoleh gambaran mengenai perubahan kondisi lapangan. Pada akhirnya, survei topografi menjadi salah satu sumber informasi penting dalam pengembangan Solar PV karena kondisi lahan memiliki kaitan dengan berbagai aspek proyek, mulai dari layout panel hingga pekerjaan sipil dan akses konstruksi. Penggunaan drone memungkinkan pengumpulan data spasial pada area luas dengan hasil yang dapat diolah menjadi orthomosaic, model elevasi, point cloud, dan produk pemetaan lainnya.
Terra Drone Indonesia menyediakan layanan survei dan pemetaan berbasis drone yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek pembangunan Solar PV. Hubungi kami untuk mengetahui lebih banyak terkait metode akuisisi, sensor, dan pengolahan data dapat dipilih berdasarkan kondisi area serta kebutuhan teknis proyek, sehingga hasil survei dapat dimanfaatkan sebagai referensi untuk mendukung perencanaan hingga tahap konstruksi proyek energi surya.

