Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memiliki target mencetak 3000 Smart Village hingga tahun 2024. Smart village diciptakan agar desa-desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakatnya melalui pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek pembangunan desa. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi untuk memperlihatkan bagaimana kondisi dan potensi yang ada di Kawasan pedesaan untuk diperbaharui dan ditingkatkan. Drone dan GIS menjadi teknologi yang mampu menjawab kebutuhan tersebut.
Lalu bagaimana teknologi drone dan GIS berkontribusi pada pengembangan desa pintar?
Ikuti diskusinya bersama narasumber:
1. Muhamad Irfan Yudistira – Founder Desa Pintar
2. Ryan F Hadi – Chief Marketing Officer Terra Drone Indonesia