Teknologi Drone untuk Inspeksi Non-Destructive Test (NDT) - Terra Drone Indonesia

Teknologi Drone untuk Inspeksi Non-Destructive Test (NDT)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Inspeksi NDT menggunakan drone

Inspeksi Non-Destructive Test (NDT) adalah aktivitas pengujian atau inspeksi terhadap suatu material tanpa merusak benda yang diuji atau dites. Kegiatan ini dilakukan agar material yang diuji tetap aman untuk digunakan tanpa mengalami kerusakan. Selain itu, tujuan dari inspeksi ini yaitu untuk mengidentifikasi cacat yang ada pada material, yang mana dapat mempengaruhi umur obyek yang diinspeksi. Berdasarkan lokasi cacat yang ada pada material, inspeksi NDT dapat membedakan 2 jenis kerusakan/cacat yaitu kerusakan di permukaan material dan kerusakan di dalam material. Inspeksi NDT ini dapat dilakukan pada berbagai macam material seperti, beton, baja, logam, besi. 

Inspeksi NDT ini memiliki berbagai macam metode, yang setiap metodenya memiliki kelebihan, keterbatasan dan kekurangannya masing-masing. Hal ini dikarenakan masing-masing metode NDT menggunakan instrumen yang berbeda, yang mana hasil yang didapatkan dari pengujian pasti berbeda. Beberapa macam metode NDT tersebut antara lain:

  • Visual Test (VT)

Metode VT adalah metode yang paling umum digunakan dalam pengujian NDT. Metode ini digunakan untuk melihat adanya kerusakan pada objek yang dapat terlihat oleh mata. Alat bantu yang biasa digunakan seperti teropong, kamera, penggaris

  • Radiographic Test (RT)

Metode NDT yang menggunakan sinar X atau Gamma untuk memberikan radiasi pada objek yang diuji. Nantinya hasil dari radiasi sinar X atau Gamma ini ditangkap oleh film yang telah disiapkan

  • Ultrasonic Testing (UT)

Pengujian ini menggunakan gelombang suara ultrasonic untuk mendeteksi adanya cacat atau kerusakan pada objek yang diuji. Dimana gelombang ultrasonic ini ditembakkan ke permukaan bidang yang berada di uji dengan garis lurus pada kecepatan konstan, lantas gelombang itu dipantulkan lagi dari permukaan atau cacat benda uji tersebut

  • Magnetic Particle Test (MPT)

Metode ini digunakan untuk mendeteksi cacat yang terletak di lapisan permukaan atau sedikit dibawah permukaan pada benda yang memiliki kandungan magnet yang tinggi

  • Dye Penetrant Test (DPT) / Liquid Penetrant Test (LPT)

Metode ini menggunakan cairan penetrant dengan memanfaatkan kemampuannya yang bisa melewati celah discontinuity dengan begitu cacat pada material dapat terdeteksi.

Seiring perkembangan teknologi, saat ini drone sudah bisa digunakan sebagai wahana untuk membawa sensor/instrument testing seperti di atas yakni Visual Testing dan Ultrasonic Test. Drone dapat membawa berbagai macam sensor seperti kamera. Kamera yang dipasangkan ke drone memiliki resolusi yang sangat tinggi dan dapat melakukan zoom dengan sangat baik. Selain itu kamera juga dapat dilengkapi dengan sensor thermal yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran suhu terhadap objek yang diuji. 

Selain itu, drone juga dapat digunakan untuk membawa instrumen Ultrasonic Testing seperti probe UT, UT gauge, cairan dan sistem pembersihan permukaan objek yang akan diuji.  Dimana pengukuran UT dari drone dapat dikoneksikan ke layar laptop yang dapat langsung dimonitor oleh inspektor.

Harapannya dengan menggunakan drone, kegiatan inspeksi menjadi lebih efisien, khususnya di dalam objek yang aksesnya terbatas maupun objek yang terletak di ketinggian, seperti tangki dan boiler. Sebelumnya, Terra Drone juga perlakukan inspeksi NDT ini pada tangki minyak goreng milik Bunge Ltd yang berada di Eropa. Teknologi drone ini tentunya sangat membantu berbagai sektor seperti contohnya migas, pembangkit listrik, petrokimia & kimia untuk melakukan pengujian terhadap alat kerja yang terpasang pada fasilitas proses mereka. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Halo, ada yang bisa kami bantu?