Pemanfaatan Drone untuk Pemantauan Karhutla

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terra Drone Indonesia - Drone untuk kebakaran hutan

Memasuki penghujung akhir bulan Maret ini, beberapa daerah di sumatera kembali dilanda oleh kebakaran hutan akibat masuknya musim kemarau. Riau bahkan sudah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini pun mendorong beberapa perusahaan seperti perusahaan perkebunan dan perhutanan untuk membentuk tim tanggap darurat dan melakukan patroli di kawasan milik perusahaan demi mencegah dan mengendalikan karhutla. Salah satunya adalah dengan menggunakan drone untuk pemantauan karhutla. 

Kesulitan terbesar dalam melakukan patroli pengendalian karhutla adalah areal yang sangat luas untuk dilakukan pemantauan. Di daerah riau sendiri, ada jutaan hektar lahan hutan maupun perkebunan untuk dilakukan pemantauan. Hal tersebut membuat patroli melalui jalur darat menjadi tidak memungkinkan, selain dikarenakan oleh luas kawasan yang akan dipantau, juga terbatas oleh akses menuju titik tertentu. Karhutla hanya dapat diakses apabila kebakaran sudah sangat meluas dan menjangkau areal pemukiman, yang mana sangat membahayakan aktivitas penduduk. Opsi patroli dan penanganan karhutla kemudian terbatas kepada jalur udara, salah satunya dengan menggunakan teknologi drone/UAV. 

Kebakaran hutan - Terra Drone Indonesia

Beberapa keunggulan drone dalam melakukan patroli pemantauan karhutla:

Waktu deploy yang sangat singkat

Salah satu keunggulan drone dibandingkan helikopter maupun pesawat adalah kemampuannya untuk diterbangkan dari mana saja maupun kapan saja. Drone tidak membutuhkan bandara untuk melakukan lepas landas sehingga pilot dapat menerbangkan drone di lokasi yang dekat dengan areal hutan. Selain itu, drone juga hanya membutuhkan satu orang pilot saja, sehingga sangat ideal untuk mempersingkat waktu hingga ke operasi. Pengoperasian drone pun dianggap relatif lebih mudah. 

Biaya yang rendah

Biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan drone sangat rendah dibandingkan dengan menggunakan helikopter maupun pesawat. Hal ini dikarenakan biaya pembelian drone, maintenance yang jauh lebih murah, serta tidak memerlukan pilot pesawat profesional. Drone pun menjadi pilihan utama bagi perusahaan untuk melakukan patroli karhutla karena alasan ini. 

Risiko operasional yang lebih rendah

Drone merupakan wahana tanpa awak, sehingga resiko dalam kegiatan penerbangan lebih rendah karena tidak melibatkan orang secara langsung. Perlu diingat bahwa kegiatan pemantauan karhutla harus tetap memperhatikan peraturan yang berlaku, seperti tidak terbang di atas kerumunan dan area ruang udara penerbangan sipil tanpa adanya izin dari otoritas setempat maupun kementerian perhubungan. 

Drone dengan kemampuan multi sensor dan live streaming

Beberapa drone sudah dilengkapi dengan payload atau muatan yang tidak hanya dapat melakukan pemantauan melalui video namun dapat memantau titik api lebih cepat dengan menggunakan kamera thermal. Drone juga sudah dibekali dengan kemampuan untuk melakukan live streaming, sehingga pengambilan keputusan di lapangan menjadi sangat cepat. Salah satunya adalah teknologi drone Bramor C4Eye keluaran C-Astral, yang sudah dilengkapi dengan teknologi multi payload, live streaming, target tracking dan long-endurance

Selain itu, Pada tahun 2016, pemerintah dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia nomor P.32/MenLHK/Setjen/Kum.1/3/2016 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, menyatakan:

Dalam upaya meningkatkan kualitas pengendalian kebakaran hutan dan lahan perlu didukung oleh sarana dan prasarana, meliputi Sarana deteksi dini kebakaran hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f, meliputi menara pengawas atau CCTV atau sensor panas sejenisnya, perangkat pendukung untuk mengolah data informasi hotspot, global positioning system, drone, ultralight trike atau pesawat terbang sejenisnya, dan peralatan dan perlengkapan untuk penyebar-luasan informasi hasil deteksi dini.

Di dalam peraturan tersebut, drone pun sudah di turut sertakan sebagai wahana sarana deteksi dini kebakaran hutan. Penanganan karhutla yang efektif mutlak membutuhkan kemampuan melacak kebakaran sedini mungkin. Salah satu perusahaan hutan tanaman industri yang mengaplikasikan drone untuk kebakaran hutan dalam memonitoring areanya adalah Asia Pulp & Paper. Mengutip salah satu artikel yang dirilis mengenai pemanfaatan drone di perusahaannya, mereka mengatakan bahwa dengan adanya drone, waktu respon satuan pemadam kebakaran meningkat jauh dalam menangani potensi kebakaran di wilayahnya. Tak hanya berfungsi sebagai pengawas, ketika kebakaran terdeteksi, satuan drone ini mampu mengarahkan peralatan pemadam kebakaran ke tempat yang paling strategis dan dekat dengan sumber api, sembari memberikan informasi penting mengenai kecepatan angin, arah angin, dan sumber-sumber air terdekat.

Selain itu pada tahun 2015, Terra Drone Indonesia pun ikut serta melakukan pemantauan dan pemetaan saat terjadi karhutla di gunung Papandayan, Garut. Hasil data yang diambil menggunakan drone membantu berbagai pihak untuk dapat memetakan area yang terbakar serta penanganan yang tepat pada saat itu. Managing Director Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu Wardana menjelaskan, “Ke depannya, drone akan menjadi solusi terdepan dalam pemantauan karhutla di berbagai daerah, dengan kemampuan drone untuk dapat diterbangkan dalam waktu singkat dan minim resiko secara biaya dan pengoperasian.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERRA DRONE INDONESIA
Terra Drone Indonesia is part of Terra Drone Group which focus on providing services to construction, mining, oil & gas, energy, and utilities industry.

KANTOR JAKARTA
CoHive 101 Floor 7 Unit 3,
Kawasan Mega Kuningan
DKI Jakarta 12950, Indonesia

Email: info@terra-drone.co.id
Telp: +62812 6559 4857

KANTOR BANDUNG
Ruko Paskal Hyper Square B-18
Jl. Pasir Kaliki No. 25-27
Bandung 40181, Indonesia

Email: info@terra-drone.co.id
Telp: +6222 860 60959

Open chat
Halo, ada yang bisa kami bantu?