Membangun Ekosistem "Smart" Drone - Terra Drone Indonesia

Membangun Ekosistem “Smart” Drone

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Kata “Smart” cukup populer di era digital saat ini. Hampir berbagai lini saat ini memiliki komponen “smart ”yang disematkan pada namanya seperti smartphone, smarthome, smart city dan lain sebagainya. Berdasarkan definisi yang didapatkan dari situs Netlingo, pengertian kata “smart” muncul dari akronim “Self Monitoring, analysis and reporting Technology” yang apabila diterjemahkan secara bebas menjadi teknologi pemantauan diri, analisis dan pelaporan. Berdasarkan defenisi tersebut tentu saja drone dapat berperan dan bisa menjadi komponen yang penting pada pengaplikasian konsep “Smart” ini.

Drone (atau yag bisa disebut juga Unmanned Aerial Vehicle) dapat diartikan sebuah wahana terbang yang tidak memiliki pilot yang ikut di wahananya. Drone dapat dibedakan berdasarkan bentuknya, misalnya Multirotor Drone, Fixed Wing Drone dan VTOL Drone. Tetap bentuk dari drone ini sendiri tentunya memiliki keunikan masing-masing yang dapat diaplikasikan untuk berbagai kegiatan. Untuk saat ini pemanfaatan drone yang sangat umum adalah pengambilan video maupun foto. Selain itu sebenarnya drone dapat diaplikasikan ke banyak hal yang tentunya dapat memberikan sebuah solusi yang efektif dan efisien untuk beberapa kegiatan. Pada pengaplikasiannya saat ini teknologi drone berperan dalam beberapa konsep smart yang sudah beredar saat ini seperti smart agriculture, smart construction dan smart city.

Pada dasarnya teknologi drone hadir untuk memberikan solusi yang lebih efektif dan efisien khususnya dalam beberapa pekerjaan yang dibatasi waktu dan tempat tertentu. Drone dalam kegiatan smart agriculture dapat dimulai dari perencanaan dan juga pemeliharaan area. Pada perencanaan drone dapat berperan dalam pemetaan area konsesi yang cukup besar dengan menggunakan fixed wing drone dan pada saat pemeliharaan drone juga dapat membantu kegiatan penyemprotan pupuk menggunakan multirotor drone. Oleh karena semua kegiatan tersebut dilakukan secara otomatis dan digital, analisa selanjutnya dari data yang ada menjadi lebih mudah sehingga dapat mempermudah dan mempercepat pengambilan keputusan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Pada sektor konstruksi, smart construction sangat berhubungan dengan konsep dari Building Information Modelling (BIM). Dengan menerapkan BIM dalam dunia konstruksi, baik bagi developer, konsultan maupun kontraktor akan mampu menghemat waktu pengerjaan, biaya yang dikeluarkan serta tenaga kerja yang dibutuhkan. Drone sendiri dapat berperan mulai dari tahap desain, konstruksi dan pemeliharaan. Pada tahap desain, pemanfaatan teknologi Photogrammetry dan LiDAR menjadi solusi yang dapat dilakukan. Selama proses konstruksi, drone bukan hanya untuk mengambil photo progress proyek, tetapi dapat juga melakukan perhitungan volume pekerjaan yang sudah dilaksanakan. Pada tahap pemeliharaan, inspeksi dimensi dan fasad juga menjadi suatu hal yang penting saat ini. Berbagai perusahaan konstruksi saat ini sudah menjalankan dalam kegiatan sehari-hari dan benar-benar dapat memberikan efisiensi secara waktu maupun biaya.

Suatu konsep yang mulai populer saat ini adalah smart city. Berdasarkan situs airbornedrones.com, dalam konsep smart city, sebuah kota akan terhubung dengan berbagai kebutuhan publik menggunakan teknologi digital, informasi dan komunikasi. Pemanfaatan drone dalam konsep smart city dapat bermanfaat dalam berbagai hal seperti surveillance security, mapping surveying dan deliveries.  Pada surveillance security pengaplikasian seorang petugas dapat langsung mengirim sebuah drone ke sebuah lokasi apabila diketahui ada alarm yang muncul di suatu lokasi tertentu. Berdasarkan lokasi yg diberikan, drone dapat bergerak secara otomatis ke titik tersebut. Pemanfaatan mapping surveying menggunakan drone di daerah perkotaan pun cukup beragam. Bukan hanya sebagai dasar peta perencanaan tapi dapat juga digunakan untuk pengawasan, misalnya untuk memperhitungkan ketentuan tinggi bangunan dalam sebuah kota. Selain itu pemanfaatan drone untuk pengiriman barang tentunya adalah sebuah hal yang sangat dinantikan. Bayangkan apabila pemesanan makanan cepat saji dapat diantarkan langsung dari restoran ke depan rumah tanpa harus melewati jalan raya yang padat polusi. Tentu saja konsep smart city pun dan semakin dipadatkan untuk pengaplikasia area yang lebih sempit dari perkotaan, misal komplek perumahan maupun taman bermain.

Drone menjadi alternatif menarik yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai jenis kegiatan di konstruksi karena dapat menjangkau area yang cukup luas, mengurangi risiko kerja pada pekerja, serta hasilnya dapat disajikan dalam bentuk laporan yang komprehensif serta model-model interaktif. Yang menjadi tantangan dari pemanfaatan drone ini bukan hanya dari bagaimana cara kita memanfaatkannya, tetapi juga bagaimana regulasi dapat mendukung agar pemanfaatan drone dapat lebih aman. Disamping berbagai kemudahan yang ditawarkan, tentunya ada beberapa resiko yang akan ditemui dari pemanfaatan teknologi drone ini. Tentunya kita semua berharap agar regulasi yang akan segera muncul akan mempermudah segala sektor untuk dapat mencapai solusi efektif dan efisien yang ditawarkan teknologi drone.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Halo, ada yang bisa kami bantu?