Sektor industri konstruksi merupakan sektor dengan nilai yang sangat besar, namun pekerjaan konstruksi rata-rata memerlukan anggaran 80% lebih besar dan memerlukan waktu 20% lebih banyak dari rencana awal untuk menyelesaikanya, merujuk pada laporan McKinsey pada tahun 2016. Jika dikuantifikasikan, nilai ketidakefisiensian yang dihasilkan sangatlah besar. Hal ini menyebabkan bertambahnya biaya yang akan berpengaruh pada mengecilnya nilai ROI dari suatu pekerjaan konstruksi tersebut. Mengacu pada diagram di bawah, di mana drone dapat berperan dalam memaksimalkan ROI? Apa yang drone dapat kontribusikan? Apa yang dapat diubah dengan penggunaan drone dalam industri konstruksi?

Diagram Return On Investment (ROI)

Drone untuk Efisiensi Biaya & Waktu

Output awal dari drone untuk konstruksi adalah data foto dan video udara dengan beragam manfaat. Lalu, apa bedanya dengan survei yang biasa dilakukan? Jawabanya adalah drone mampu mengakuisisi data berupa foto dan video secara jauh lebih cepat, praktis, ekonomis, serta dapat memberikan informasi yang lebih banyak dari sebelumnya, membuat pekerjaan bisa dipantau secara akurat. Percepatan akuisisi data juga akan mempercepat tindakan analisis serta pengambilan keputusan untuk mengurangi waste dari material ataupun perbaikan infrastruktur.

Drone Meningkatkan Investasi atau Penjualan

Metode yang diberikan oleh drone bisa dimanfaatkan juga sebagai ajang promosi untuk menarik investor maupun pembeli. Selain metode, drone sendiri juga bisa digunakan untuk membuat promotional video yang unik dan lebih bagus sebagai materi untuk menarik mereka.

Drone Mengurangi Resiko Bahaya

Survei untuk inspeksi infrastruktur yang dilakukan dengan cara manual terkadang mengharuskan individu untuk menggapai area yang cukup ekstrem seperti bangunan yang tinggi atau area yang belum stabil kerangkanya. Secara fundamental, drone dapat merubah sistem ini menjadi lebih aman dengan mengurangi risiko keamanan dan keselamatan individu tersebut.

Kesimpulan

Kembali ke diagram ROI, dengan penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa penggunaan drone dalam industri konstruksi dapat menekan biaya, meningkatkan penjualan, serta meningkatkan investasi. Dengan biaya yang dapat ditekan, maka nilai ROI dapat naik, begitu juga dengan skenario di mana penjualan dapat meningkat. Untuk skenario investasi, secara teori peningkatan investasi berbanding terbalik dengan ROI. Namun kenyataanya modal yang didapatkan dapat mempercepat proses pekerjaan yang bisa diartikan penambahan efisiensi biaya. Pada akhirnya, rasio investasi terhadap penghasilan ditentukan dengan bagaimana pengelolaan investasi tersebut. Sampai saat ini, belum ada data aktual yang menyebutkan persentase peningkatan ROI karena penggunaan drone, namun perlu diingat kembali bahwa industri konstruksi adalah industri besar yang nilainya bisa mencapai triliunan. Dengan demikian, peningkatan ROI yang hanya sepersekian persen pun nilainya bisa sangat besar.

Opini

Selain ROI, banyak faktor lain yang mempengaruhi penggunaan teknologi yang dapat dikatakan tergolong baru. Drone merupakan teknologi yang masih relatif baru dalam industri konstruksi, hanya sebagian kecil yang sudah menerapkan penggunaan drone. Di dalam masa transisi teknologi, selain investasi aset berupa wahana drone, diperlukan juga investasi intangible asset yang berupa skill dari tim operator. Di lapangan, saat ini ini pelaksana industri konstruksi lebih memilih untuk tidak memusingkan investasi tersebut serta mengurus perizinan untuk menerbangkan drone, apalagi sebagian besar konstruksi berada di wilayah urban yang susah untuk mengurus perizinan terbangnya karena masih termasuk dalam ruang udara terbatas (restricted area) ataupun kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP). Karena investasi dan skema perizinan tersebut, banyak industri yang lebih memilih menyerahkan pekerjaan survei kepada pihak ketiga atau konsultan. 

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *