Terra Drone Indonesia - Drone untuk kebakaran hutan

Musim kemarau tahun ini memicu kebakaran hutan yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat dan menjadi perhatian banyak pihak, hal tersebut dikarenakan dampaknya yang cukup serius. Jika kita mengikuti perkembangan industri perkebunan dan kehutanan, empat tahun kebelakang, saat terjadi kebakaran hutan lahan gambut di Sumatera Selatan, beberapa aktivis lingkungan mulai mengandalkan drone untuk memantau kebakaran hutan.

Dalam berita yang diterbitkan tirto.id, hingga saat ini kebakaran telah mengakibatkan ribuan hektar hutan terbakar denganbeberapa titik api yang belum padam. Hal itu sangat dihindari oleh masyarakat, pemerintah serta para pelaku bisnis. Jika kebakaran terjadi di kawasan pemukiman, mungkin tidak akan sulit untuk memastikan lokasi kebakaran dan jalur terdekat menuju lokasi. Namun, keadaan yang dihadapi disini adalah lokasi perhutanan. Notabennya hutan dan kebun dipenuhi dengan tumbuhan tinggi yang membatasi jarak pandang kita, sehingga akan sulit melihat kebakaran dan asapnya.

Terra Drone Indonesia - Drone untuka kebakaran hutan



Melihat keadaan Lingkungan Hidup saat ini dan permasalahan kebakaran yang terus terjadi, maka di tahun 2016, pemerintah dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia nomor P.32/MenLHK/Setjen/Kum.1/3/2016 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, menyatakan:

Dalam upaya meningkatkan kualitas pengendalian kebakaran hutan dan lahan perlu didukung oleh sarana dan prasarana, meliputi Sarana deteksi dini kebakaran hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f, meliputi menara pengawas atau CCTV atau sensor panas sejenisnya, perangkat pendukung untuk mengolah data informasi hotspot, global positioning system, drone, ultra light trike atau pesawat terbang sejenisnya, dan peralatan dan perlengkapan untuk penyebar-luasan informasi hasil deteksi dini.

Di dalam peraturan tersebut, drone diturutsertakan sebagai wahana sarana deteksi dini kebakaran hutan. Pemadaman kebakaran yang efektif mutlak membutuhkan kemampuan melacak kebakaran sedini mungkin. Salah satu perusahaan hutan tanaman industri yang mengaplikasikan drone untuk kebakaran hutan dalam memonitoring areanya adalah Asia Pulp & Paper. Mengutip salah satu artikel yang dirilis mengenai pemanfaatan drone di perusahaannya, mereka mengatakan bahwa dengan adanya drone, waktu respon satuan pemadam kebakaran meningkat jauh dalam menangani potensi kebakaran di wilayahnya. Tak hanya berfungsi sebagai pengawas, ketika kebakaran terdeteksi, satuan drone ini mampu mengarahkan peralatan pemadam kebakaran ke tempat yang paling strategis dan dekat dengan sumber api, sembari memberikan informasi penting mengenai kecepatan angin, arah angin, dan sumber-sumber air terdekat.

Salah satu kelebihan drone untuk kebakaran hutan dibanding teknologi lainnya dalam adalah tidak mengeluarkan biaya yang banyak dan mudahnya pengoperasian drone.  Dengan begitu, monitoring dapat dilakukan lebih rutin. Terlebih drone untuk kebakaran hutan terbang dengan ketinggian yang cukup rendah, sehingga hasil yang didapatkan tidak akan terganggu oleh keadaan awan. Dan karena mereka terbang di bawah awan, penilaian dapat dilakukan sepanjang tahun, bahkan di musim hujan, memungkinan pemantauan hutan dan kebun secara berkala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *