Terra Drone Indonesia Terra Wing
Tim Terra Drone Indonesia bersama drone Terra Wing

Pemanfaatan teknologi drone di sektor konstruksi bukanlah hal yang baru. Drone mulai banyak digunakan untuk keperluan survei pemetaan topografi karena dapat bekerja di luasan yang beragam dan dengan mudah menjangkau wilayah lokasi konstruksi. Selain untuk kebutuhan pemetaan, drone dalam infrastruktur membantu melihat progress pengerjaan pembangunan hingga melihat potensi berbahaya di wilayah pengerjaan konstruksi. Drone juga dapat terbang diketinggian rendah sehingga dapat mendapatkan resolusi gambar yang lebih tinggi.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang melihat keunggulan dan manfaat terknologi drone tersebut, telah lama menggunakannya untuk mempermudah pekerjaan mereka. Kegiatan terakhir bersama Terra Drone Indonesia adalah survei foto udara pada proyek infrastruktur yang terletak di Sungai Duri, Bengkayang, Kalimantan Barat, yang sukses dilakukan menggunakan drone akhir Mei lalu. Survei tersebut dilakuka di wilayah seluas ± 347 hektar, dengan hasil akhir berupa peta topografi dan kontur dengan interval 1 meter. Terra Drone Indonesia menggunakan drone seri Terra Wing yang dapat menghasilkan peta dengan ketelitian kurang dari 10 cm.
Pekerjaan tersebut dikerjakan untuk kepentingan pemutakhiran topografi awal dalam perhitungan kebutuhan biaya konstruksi, perencanaan teknis, rekayasa, operasi, manajemen pembangunan hingga pengambilan keputusan strategis.
Di Jepang, lokasi kantor pusat Terra Drone Corporation, teknologi drone di sektor konstruksi bukan lagi hanya sebuah inovasi, melainkan oleh pemerintah telah dijadikan metode standar dalam setiap proyek infrastruktur. Drone dapat diterima karena terbukti memudahkan dan mempersingkat waktu pekerjaan, mendukung proses kontruksi yang efektif dan berkelanjutan. Diharapkan, perusahaan-perusahaan penyedia jasa konstruksi nantinya akan semakin banyak yang mengadaptasi teknologi drone dalam pekerjaanya jika dilihat dari banyaknya kemudahan dan manfaat yang akan didapat.