Indonesia menjadi salah satu negara yang ramah akan penggunaan teknologi drone. Berbagai wilayahnya pun menjadi tempat sempurna untuk menerbangkannya. Jika berjalan lebih jauh ke pedalaman Indonesia, para pemilik UAV memiliki peluang yang bagus untuk membuat foto atau video dengan pemandangan yang indah serta belum banyak untuk direkam sebelumnya. Pola cuaca Indonesia pun dapat dikatakan mudah terprediksi, akhir hingga pertengahan tahun akan menjadi musim hujan dan sisanya musim kemarau.

Para pemilik drone pun kini tak terbatas, baik untuk tujuan sebagai hiburan, kebutuhan komersial, dan lainnya. Hal ini tidak terlepas dari manfaat yang ditawarkannya yaitu pengoperasian yang hemat biaya, serta memberikan alternatif yang berisiko rendah. UAV ada dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari jenis genggam kecil hingga bahkan terdapat ukuran yang mirip dengan pesawat besar tradisional. Para pengoperasi bertanggung jawab untuk mengetahui aturan izin yang ada untuk menjaga keamanan semua pihak, karena hal tersebut berkaitan risiko yang timbul dalam pengoperasiannya. Risiko-risiko tersebut antara lain:

 Kecelakaan di udara 

Belum adanya sistem yang mengatur operasi drone dapat memicu risiko tabrakan di udara dengan sesama UAV maupun dengan pesawat berawak. Ditambah lagi masih ada pilot drone yang belum paham betul akan regulasi dan izin pengoperasi drone. Kejadian kecelakaan di udara tercatat pernah terjadi pada 14 Februari 2018 di wilayah South Carolina, Amerika Serikat. Saat itu, helikopter yang dikemudikan oleh pilot bersama instrukturnya melihat drone kecil melintas di depan helikopter yang dikemudikan. Instruktur pun mengambil kemudi guna menghindari tabrakan dengan drone. Kendati begitu, ekor helikopter sempat menabrak pohon dan mengharuskan helikopter untuk mendarat darurat.

Kerusakan di darat

Beberapa kerusakan di darat karena UAV pernah terjadi baik di dalam ataupun di luar negeri. Kerusakan yang terjadipun dapat menimbulkan rasa takut dan/atau ancaman bagi masyarakat sekitar dan perorangan, kerusakan properti atau harta benda, maupun kerusakan pada kepentingan lainnya yang dilindungi. Dikutip dari salah satu sumber, UAV beberapa kali pernah menabrak salah satu gedung terkenal di New York. Para operator drone pun dikenakan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku.

Gangguan komunikasi dan kerusakan lingkungan

Dalam hal ini, gangguan komunikasi yang bisa terjadi lebih kepada kendali operasional UAV. Jika drone terbang di wilayah yang banyak sinyal, timbul kemungkinan sinyal drone dan pilot akan terputus sehingga menghambat operasi drone. Apabila UAV yang dikendalikan mengalami kegagalan, maka pesawat tersebut berpotensi untuk jatuh di tempat atau daerah tertentu. Biasanya kerusakan lingkungan kerap terjadi pada wisatawan yang menggunakan UAV di wilayah objek wisata. Dalam salah satu sumber, seorang turis asal Belanda harus membayar denda setelah drone yang ia operasikan menabrak Grand Prismatic Spring di Taman Nasional Yellowstone.

Pelanggaran privasi

Para pemilik wilayah dan properti memiliki hak hukum untuk privasi mereka bebas dari gangguan, salah satunya gangguan UAV. Pengambilan video dan foto menggunakan drone dapat menimbulkan masalah tersendiri yang dalam kaitannya dengan hak konstitusional seperti privasi. Drone yang melintasi wilayah atau properti milik orang lain maka pemilik wilayah tersebut dapat mengajukan tuntutan gangguan atau masuk tanpa izin kepada operator pesawat tersebut. Pengoperasian tersebut dapat dikatakan masuk tanpa izin apabila telah mengganggu pemanfaatan atau ketenangan wilayah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *