Dalam tahapan awal pekerjaan konstruksi, tentunya akan dilakukan peninjauan lokasi pembangunan. Hal tersebut untuk mendapatkan informasi terkait akses jalan, prasarana yang tersedia, kondisi lingkungan, juga salah satunya adalah kondisi tanah yang dilanjutkan dalam analisis dan kalkulasi volume cut and fill. Volume cut and fill dalam pekerjaan tanah merupakan salah satu faktor yang penting, dikarenakan akan menjadi penentu harga pekerjaan pembangunan secara keseluruhan. Mengapa perlu perencanaan dengan analisis yang baik? Aktivitas cut and fill tentunya diusahakan tidak menimbun suatu titik dari hasil galian di luar area konstruksi, jika analisis kurang tepat maka penggalian akan melebihi apa yang sudah direncanakan. Itu yang coba dihindari para kontraktor salah satunya dengan pemetaan topografi.

Pembangunan infrastruktur dihadapkan dengan kondisi area yang berbeda-beda. Walaupun berada di area yang sama seringkali memiliki bagian permukaan dengan kontur yang berbeda, terutama di area yang sebelumnya masih hutan atau perkebunan. Salah satu pilihan bagi perusahaan konstruksi untuk memperbaiki kondisi tanah tersebut adalah dengan melakukan proses penggalian tanah (cut) dan penimbunan tanah (fill). Cut and fill ditujukan untuk membuat satu area pembangunan memiliki ketinggian/ kontur yang sama, dengan begitu akan mempermudah proses konstruksi.

Peta kontur terra drone indonesia
Hasil peta kontur menggunakan drone

Sebelum drone dapat diarahkan pada kalkulasi cut and fill, survei darat masih menjadi alternatif terbaik. Sampai saat ini pun survei darat dalam kalkulasi volume cut and fill tidak dapat digantikan. Survei darat dikerahkan ketika pembangunan dilakukan pada area kecil dengan toleransi tinggi (< 10cm). Kebutuhan tersebut tentunya tidak dapat dipenuhi drone. Namun, jika kita berhadapan dengan pembangunan skala besar seperti infrastruktur, dengan toleransi yang mungkin lebih longgar, data dari drone dapat dijadikan salah satu referensi. Konsep penghitungan dan analisisnya pada dasarnya sama, berpatokan pada desain awal terkait prasarana yang akan disediakan, instalasi air akan seperti apa, dan juga titik-titik area yang akan dibangun. Kemudian informasi desain awal tersebut akan dimasukan pada peta topografi yang sudah tersedia, dengan begitu volume cut and fill dapat menyesuaikan. Namun, pembeda disini terletak pada peta topografi yang dihasilkan. Jika penerapan survei darat dilakukan di area besar, tentunya akan memakan waktu cukup lama, mungkin berjam-jam, berhari-hari, bahkan akan lebih berbeda dengan pemetaan topografi menggunakan drone.

Pemanfaatan output drone memang sudah sangat berkembang. Dengan mengandalkan kecepatan pengambilan data, hasil beresolusi tinggi, dan tentunya titik ikat tanah yang mampu meningkatkan akurasi peta topografi yang dihasilkan. Segala metode pengambilan data memiliki pertimbangan tersendiri dalam pemilihannya. Yang terpenting adalah segala aktivitas konstruksi memang harus berdasarkan analisis yang matang dengan data yang up-to-date. Kurangnya ketersediaan data dan perencanaan maka akan merugikan banyak pihak, termasuk dalam aktivitas cut and fill. Cut and fill merupakan aktivitas yang sensitif dan beresiko. Ketika tidak didasari perencanaan dengan data yang menyeluruh, sisa pembukaan lahan cut and fill pun dapat menimbulkan longsor. Seperti yang terlampir dalam berita yang sempat dilansir media online Merdeka, dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi terdapat kecelakaan dari sisa aktivitas cut and fill. Longsor di awal tahun 2017 tersebut mencemari hulu sungai yang dampaknya cukup panjang. Hal itu perlu dihindari, baik dengan manajemen kerja yang baik oleh kontraktor ataupun juga didukung dengan data yang kuat, detail, dan up to date. Selain itu, dengan ketersediaan wahana drone dalam menghasilkan peta topografi, seharusnya kurangnya data dalam berbagai tahapan pembangunan bukanlah menjadi masalah utama lagi, karena aktivitas cut and fill hanya satu dari berbagai aktivitas pembangunan yang beresiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *